Senin, 16 Januari 2012

kegagalan ku

ku langkahkan kaki ku menuju rumah tercintaku, dengan penuh harap aku akn mendapat sesuatu yang sangat berharga yang tak bisa terganti oleh apapun. ku awali dengan lafad bismillah semoga Allah memudahkan saya dalam berproses. sesampai rumah yang ku cinta penuh dengan orang-orang penting dan segudang ilmu disini.
betapa bahagianya diri ini disambut dengan senyum penuh kehangatan dan persaudaraan. senyum di mulutnya begitu manis dan mempesona ku terpana olehnya.
perdebatan memulai memuncul saat senyum itu mulai hambar aku rasakan, dan kini saatnya kita mulai berfikir tentang negara, tentang siapa kita, tentang peran kita sebagai pers. memperdebatkan suatu berita yang sangat penting bagi rakyat. tapi kini diantara segerombalan orang penting ada seorang pecundang dimata kita. ingin rasa nya sang pecundang berlari dan meninggalkan rumah kecil ini, tapi apa daya kekuatan kan egonya begituu tinggi. maafkan kami karena kami belum bisa menghilangkan 1 pecundang yang merusak rumah kami. dia selalu ingin bertahan dengan kami tapi kami tak ingin dia ada disisni. bantu kami untuk mengajari sang pecundang ini perbicara, bantu kami untuk mengajari sang pecundang ini berkarya, bantu kami menjadikan sang pencundang ini jadi sang pemenang. kini rasaku telah hilang, hilang akan watu. dan aku berjanji tidak akan lagi menjadi pecundang yang kamu siksa. aku berjanji aku akan menjadi sang pemenang bagi ku dan bagi orang yang aku cintai.........

aku berjanji akan menemukan diriku dan menaklukan dunia ku dengan tangan ku. dalam doa ku aku memohon untuk dapat mewujudkan impian ku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar